lenkaed.com – Dinas Pendidikan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meliburkan sementara proses belajar mengajar tatap muka.
Langkah ini dilakukan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman, menegaskan pembelajaran sementara akan berlangsung secara daring dari rumah masing-masing.
Langkah Preventif untuk Keselamatan Siswa dan Guru
Achi menjelaskan, curah hujan tinggi yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan genangan air dan banjir.
Hal ini dinilai dapat mengganggu aktivitas pembelajaran tatap muka serta membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Untuk sementara ini proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap prioritas,” ujar Achi, Senin.
Baca juga: “Banjir Susulan Rendam Aceh Timur, Ribuan Warga Terdampak”
Jenjang Pendidikan yang Terdampak
Kebijakan ini berlaku untuk PAUD/TK, SD, dan SMP di wilayah terdampak cuaca ekstrem.
Satuan pendidikan diminta meniadakan pembelajaran langsung dan menggantinya dengan metode daring sampai kondisi aman kembali.
Meskipun daring, proses pembelajaran tetap dijalankan sesuai jadwal agar materi dan target kurikulum terpenuhi.
Peran Guru dan Orang Tua
Guru diminta memberikan materi serta tugas secara efektif dan proporsional, menyesuaikan kondisi daring.
Siswa juga diimbau mengikuti pembelajaran dari rumah dengan disiplin dan serius.
Orang tua dan wali diharapkan mengawasi serta memastikan anak-anak tetap aktif dalam kegiatan belajar daring.
Surat Edaran dan Prosedur Resmi
Kebijakan pembelajaran daring ini tertuang dalam surat edaran resmi Dinas Pendidikan Kota Makassar yang diterbitkan pada 12 Januari 2026.
Seluruh satuan pendidikan diminta mematuhi ketentuan tersebut sampai BMKG menyatakan cuaca kembali normal.
Dampak Cuaca Ekstrem di Makassar
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang selama beberapa hari ke depan di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Risiko genangan air dan banjir menjadi alasan utama peliburan sekolah, serta pengalihan ke pembelajaran daring.
Langkah ini sejalan dengan prosedur keselamatan dan mitigasi bencana di sektor pendidikan.
Fokus pada Keamanan dan Pendidikan Berkelanjutan
Meski pembelajaran dialihkan daring, Dinas Pendidikan menegaskan kualitas belajar tetap dijaga.
Kesiapsiagaan guru, peran aktif siswa, dan dukungan orang tua menjadi kunci kelancaran kegiatan belajar di rumah.
Kebijakan ini menunjukkan pentingnya adaptasi pendidikan terhadap kondisi cuaca ekstrem tanpa mengorbankan keselamatan maupun kualitas pengajaran.
Baca juga: “Waspada! 3 Hari ke Depan Wilayah Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem”




Leave a Reply