lenkaed.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, memberikan bantuan modal usaha kepada 336 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Bantuan ini bertujuan meningkatkan perekonomian lokal dan menghidupkan sektor industri di Kabupaten Bangkalan.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan program bantuan modal usaha ini merupakan bentuk komitmen Pemkab untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Bantuan ini bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang diterima Pemkab Bangkalan pada 2025, salah satunya melalui bantuan modal usaha,” ujar Lukman di Bangkalan, Rabu.
Baca juga: “Pantai Kuta Siap Sambut Kompetisi Kuta Run 2026”
Penerima Bantuan Telah Lolos Verifikasi
Pelaku IKM yang menerima bantuan telah melalui proses verifikasi ketat.
Mereka tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan, mencakup berbagai sektor usaha kecil dan menengah.
Hal ini memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi pengembangan usaha lokal.
Lukman menjelaskan bantuan modal usaha diberikan dalam bentuk peralatan, program pendampingan, dan dukungan finansial.
“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pelaku IKM, sehingga daya saing produk lokal Bangkalan semakin kuat,” jelasnya.
Pelatihan dan Pendampingan Berkelanjutan
Selain bantuan modal, Pemkab Bangkalan juga menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku IKM.
Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pelaku usaha mampu mengelola modal dan produksi secara optimal.
Program pelatihan mencakup manajemen usaha, pemasaran produk, hingga inovasi produksi.
Hal ini bertujuan agar usaha lokal dapat bersaing di pasar regional maupun nasional.
Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, sekaligus menjaga perputaran ekonomi tetap berada di Kabupaten Bangkalan.
Dampak Ekonomi yang Diharapkan
Bupati Lukman menekankan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal merupakan kunci pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program ini diharapkan mampu menjadi pemicu tumbuhnya perekonomian daerah yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.
Bantuan modal ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekosistem IKM lokal.
Dampak jangka panjang program ini dapat mendorong stabilitas ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Strategi Pemkab dalam Pengembangan IKM
Pemkab Bangkalan menekankan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk pengembangan IKM.
Program ini bukan hanya sekadar pemberian modal, tetapi juga penguatan kapasitas manajemen, produksi, dan pemasaran.
Dana bagi hasil cukai tembakau dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan, memastikan keberlanjutan program.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi pemerintah daerah meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Harapan untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Bantuan modal usaha dan pelatihan bagi 336 pelaku IKM menjadi bukti komitmen Pemkab Bangkalan.
Program ini diharapkan mampu menggerakkan sektor industri kecil dan menengah serta memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan dukungan berkelanjutan, pelaku IKM dapat mengembangkan usahanya, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangkalan.
Pemkab Bangkalan menegaskan bahwa pengembangan IKM adalah strategi jangka panjang untuk menciptakan ekonomi yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan di wilayahnya.
Baca juga: “Viral ASN di Bangkalan Karaoke-Joget Saat Jam Kerja di Kafe”




Leave a Reply