lenkaed.com – Pemerintah Kota Yogyakarta mengusulkan 306 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengikuti graduasi mandiri. Program ini memungkinkan KPM yang sudah mampu secara ekonomi meninggalkan bantuan sosial secara sukarela.
Kepala Seksi Jaminan dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Tri Oktavia Marjani, menjelaskan graduasi mandiri dilakukan atas kesadaran dan keinginan KPM sendiri. Meskipun masih memenuhi kriteria penerima PKH, keluarga yang mengajukan diri telah memiliki penghasilan stabil dari pekerjaan suami maupun istri.
“Mandiri itu di dalam keluarganya sudah ada yang bekerja, baik suami maupun istri, penghasilan lebih stabil,” kata Tri di Yogyakarta, Senin.
Proses Pendampingan dan Asesmen Lapangan
Tri menambahkan setiap usulan graduasi mandiri disampaikan ke pemerintah pusat setelah melalui proses pendampingan dan asesmen. Pendampingan ini dilakukan agar keluarga dapat memanfaatkan bantuan PKH secara produktif, seperti menabung atau digunakan sebagai modal usaha kecil.
“Bantuan PKH yang diterima sebagian ditabung dan dimanfaatkan KPM sebagai modal usaha kecil,” ujar Tri.
KPM yang usahanya berkembang dan mampu membiayai kebutuhan keluarga secara berkelanjutan kemudian dapat mengajukan diri untuk graduasi mandiri. Tri menekankan, inisiatif dari keluarga sendiri menunjukkan kesadaran ekonomi yang lebih kuat dibandingkan paksaan administrasi.
“Usahanya maju, berkembang, dan mereka sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga dari hasil usaha itu. Kalau kesadarannya datang dari mereka sendiri, itu justru lebih baik,” kata dia.
Peran Pendamping PKH dalam Program Graduasi
Pada 2025, Kota Yogyakarta memiliki 39 pendamping PKH yang bertugas memantau dan mendampingi KPM di lapangan. Setiap pendamping ditargetkan untuk mengusulkan sekitar 10 KPM untuk graduasi mandiri. Namun, tidak semua usulan disetujui secara langsung karena masih harus melalui proses verifikasi dan pelaporan.
“Targetnya memang 39 pendamping dikalikan 10 KPM, tetapi realisasinya menunggu laporan dan hasil asesmen. Tidak semua yang diusulkan langsung disetujui,” jelas Tri.
Program ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Data Penerima PKH Kota Yogyakarta
Tri mencatat jumlah penerima PKH di Kota Yogyakarta pada 2025 mencapai sekitar 12.000 KPM. Angka ini bersifat dinamis karena PKH merupakan program nasional, dan data penerima ditetapkan oleh pemerintah pusat berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Perubahan kondisi, seperti usaha yang bangkrut atau masalah kesehatan, dapat mempengaruhi status KPM. “Bisa saja hari ini seseorang tidak masuk kategori miskin, tetapi kemudian usahanya bangkrut atau sakit sehingga kembali masuk usulan bantuan sosial. Oleh karena itu, data PKH selalu bergerak,” jelas Tri.
Dampak Graduasi Mandiri bagi KPM
Graduasi mandiri memberikan dampak positif bagi keluarga, seperti peningkatan kemandirian ekonomi dan kemampuan mengelola keuangan sendiri. Selain itu, program ini memungkinkan pemerintah untuk menyalurkan bantuan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan.
Dengan dukungan pendamping, KPM dapat memanfaatkan dana bantuan PKH sebagai modal usaha atau tabungan produktif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga mendorong budaya kemandirian dan perencanaan ekonomi jangka panjang.
Tri menekankan bahwa keberhasilan program graduasi mandiri sangat bergantung pada kesadaran dan kesiapan keluarga itu sendiri. Pendamping PKH berperan penting sebagai fasilitator dan pemantau agar keluarga benar-benar mandiri secara ekonomi sebelum keluar dari program.
Pandangan Kedepan
Pemkot Yogyakarta berkomitmen melanjutkan program graduasi mandiri KPM PKH secara bertahap, dengan memprioritaskan keluarga yang telah menunjukkan stabilitas ekonomi. Program ini diharapkan menjadi model bagi kota lain untuk meningkatkan efektivitas bantuan sosial dan memperkuat kemandirian keluarga penerima manfaat.
“Kami berharap program ini dapat menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, sekaligus membuka kesempatan bagi keluarga lain untuk memperoleh bantuan sosial yang lebih tepat sasaran,” tutup Tri.




Leave a Reply