Indonesia mendorong semua pihak untuk mengutamakan langkah perdamaian di tengah serangan berskala besar Amerika Serikat ke Venezuela. Klaim bahwa Presiden Nicolas Maduro telah ditangkap AS memicu ketegangan internasional.
“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog,” demikian pernyataan tertulis pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, dipantau Sabtu.
Pemerintah RI menekankan perlindungan warga sipil harus selalu diutamakan di tengah eskalasi konflik. Selain itu, hukum internasional dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus dihormati semua pihak.
“Kami menegaskan semua tindakan militer harus sesuai dengan hukum internasional. Keselamatan warga sipil adalah prioritas utama,” ujar Kemlu RI.
Kondisi WNI di Venezuela Tetap Aman
Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh WNI di Venezuela berada dalam kondisi aman. KBRI Caracas terus memantau situasi secara aktif dan memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia di negara tersebut.
“Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” jelas Kemlu RI. Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan jalur evakuasi darurat jika situasi memburuk.
Situasi di Venezuela: Ledakan dan Serangan Udara
Rakyat Venezuela dikejutkan oleh ledakan dahsyat di beberapa wilayah negara itu pada Sabtu dini hari. Media lokal melaporkan setidaknya tujuh ledakan terdengar di ibu kota Caracas, disertai jet tempur yang terbang rendah.
Video yang beredar menunjukkan asap tebal dan suara sirene serangan udara terdengar di beberapa kawasan. Listrik padam di beberapa bagian kota, termasuk wilayah dekat pangkalan militer utama.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil melalui Telegram menyatakan Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk agresi militer terang-terangan AS. “Kami mengecam setiap tindakan agresi yang melanggar kedaulatan nasional dan keselamatan rakyat,” ujarnya.
Klaim Penangkapan Presiden Maduro oleh AS
Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukan khusus Amerika telah menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya dan menerbangkannya keluar dari negara itu. Namun klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Klaim Trump memicu kontroversi internasional, sementara pemerintah Venezuela menegaskan bahwa Presiden Maduro tetap memimpin negara. Kondisi politik dan keamanan Venezuela tetap menjadi fokus komunitas global.
Pandangan Indonesia dan Harapan Diplomasi
Indonesia menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus dilakukan melalui jalur diplomasi dan hukum internasional, bukan melalui tindakan militer unilateral.
Langkah ini sejalan dengan prinsip Indonesia sebagai negara pengamat aktif dalam forum internasional dan penekanan pada kedaulatan serta hak asasi manusia.
“Diplomasi dan dialog menjadi kunci mengurangi eskalasi. Semua pihak harus mengutamakan perdamaian dan keselamatan rakyat,” tambah Kemlu RI.
Indonesia juga mendorong agar negara-negara lain menahan diri dan mendukung proses perdamaian yang sah melalui PBB. Pemerintah siap menjadi mediator bila diminta untuk menjaga stabilitas regional dan hak warga sipil.




Leave a Reply