lenkaed.com – Pemerintah China menegaskan komitmen kuat terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan Dewan Perdamaian Gaza menggantikan PBB.
Dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (21/1), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan, “Mengenai PBB, China selalu mempraktikkan multilateralisme sejati. Tidak peduli bagaimana lanskap internasional berkembang, China akan tetap berkomitmen menjaga sistem internasional dengan PBB sebagai intinya.”
Pernyataan ini muncul sehari setelah Trump mengatakan Dewan Perdamaian Gaza yang diusulkannya “mungkin saja” menjadi pengganti PBB di masa depan. Dewan ini bertujuan mendukung rencana komprehensif Trump untuk penyelesaian konflik di Jalur Gaza.
Struktur dan Keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza
Trump telah mengundang sejumlah pemimpin dunia untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Anggota yang diumumkan termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Setiap negara anggota akan menjabat selama maksimal tiga tahun. Namun, negara yang menyumbangkan lebih dari 1 miliar dolar AS pada tahun pertama dapat memperoleh masa jabatan fleksibel. Trump akan menjadi ketua pertama Dewan dan memiliki hak untuk menentukan undangan dan pengesahan keputusan mayoritas.
Beberapa negara telah menyatakan menerima undangan, termasuk China, Rusia, Inggris, Uni Emirat Arab, Belarus, Maroko, Hungaria, Norwegia, Belanda, Slovenia, Turki, Yordania, dan Kanada. Di sisi lain, Swedia dan Inggris menolak format saat ini.
Baca juga: “Paus Leo XIV Dorong Perdamaian, Warga Palestina Berhak Hidup Tenang”
China Tegaskan Multilateralisme dan Hukum Internasional
Guo Jiakun menekankan China tetap mendukung tatanan internasional yang berdasarkan hukum internasional dan norma dasar hubungan antarnegara. “China percaya pada tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB,” ujarnya.
Meski diundang, China belum memutuskan apakah akan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza. Hal ini menunjukkan sikap hati-hati China dalam menjaga hubungan diplomatik global dan perannya di PBB.
Rusia pun menunjukkan sikap menunggu informasi lebih lengkap. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan, Moskow belum mengetahui seluruh rincian inisiatif tersebut dan berharap memperoleh klarifikasi dari AS.
Rencana AS untuk Gaza dan Tantangan Internasional
Inisiatif Trump mencakup pembentukan pemerintahan internasional sementara di Gaza dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional. Rencana ini melibatkan koordinasi militer dengan Israel dan Mesir, serta mandat pasukan yang cukup luas.
Trump menilai PBB belum sepenuhnya mencapai potensi maksimalnya, tetapi tetap harus melanjutkan mandatnya. Dewan Perdamaian Gaza dirancang sebagai alternatif atau pelengkap untuk mempercepat penyelesaian konflik di wilayah tersebut.
Langkah ini mendapat sorotan internasional karena struktur keanggotaannya yang kontroversial, dominasi AS, dan biaya keanggotaan tinggi bagi negara yang ingin kursi permanen. Hal ini memicu perdebatan tentang legitimasi dan keberlanjutan Dewan.
Pandangan dan Implikasi Kedepan
Langkah China menolak usulan Trump sekaligus menunjukkan komitmen mereka pada PBB sebagai pusat diplomasi global. Sikap ini penting mengingat peran China dalam keamanan internasional, termasuk kontribusi pasukan dan dukungan finansial untuk misi PBB.
Ke depan, kesuksesan Dewan Perdamaian Gaza bergantung pada partisipasi negara-negara besar dan penerimaan internasional. Jika mayoritas negara menolak format dominasi AS, dewan ini bisa mengalami kesulitan operasional dan diplomatik.
Sementara itu, China diprediksi akan tetap mendorong penyelesaian konflik Gaza melalui mekanisme PBB dan diplomasi multilateral. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada inisiatif baru, struktur internasional yang ada tetap menjadi acuan bagi banyak negara.
Baca juga: “Dipaksa Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Perancis Merasa Diperas”




Leave a Reply