Indonesia dan Turki menegaskan komitmen memperkuat kerja sama industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. Salah satunya dilakukan melalui penyusunan roadmap kerja sama industri strategis.
Agus menekankan bahwa roadmap ini merupakan tindak lanjut dari interaksi intensif kedua negara dalam dua tahun terakhir. Beberapa perusahaan besar Turki, termasuk Sanko Holding, Arcelik (KOC Holding), dan Kordsa (Sabanci Holding), menunjukkan minat besar untuk berinvestasi di Indonesia.
Sanko Holding telah memulai investasi budi daya tuna di Biak, Papua. Menperin berharap perusahaan ini memperluas investasi ke sektor hilirisasi, termasuk pengolahan tuna, galangan kapal, dan proyek energi terbarukan seperti PLTA.
Kordsa, yang beroperasi di Bogor, mengembangkan riset material komposit dan produk bernilai tambah tinggi untuk ekspor. Perusahaan telah membangun fasilitas R&D pada 2023 dan menargetkan pengembangan airbag, penguat struktur bangunan, serta produk komposit lain untuk pasar internasional. Menperin mendorong Kordsa mengajukan insentif fiskal berupa super tax deduction untuk litbang.
“Baca Juga: Intel Arc A750 Versi 16GB untuk Performa Lebih Besar”
Arcelik, produsen peralatan rumah tangga global, sudah memproduksi mesin cuci di Indonesia dan berencana menambah produksi lemari es serta pendingin udara. Indonesia diharapkan menjadi basis produksi baru di Asia, sejajar dengan fasilitasnya di Thailand.
Peta jalan kerja sama Indonesia-Turki diharapkan meningkatkan inovasi, memperluas peluang ekspor, serta memperkuat posisi kedua negara di kancah industri global. Dengan kolaborasi ini, Indonesia dapat memanfaatkan investasi Turki untuk memperkuat sektor hilirisasi dan teknologi manufaktur.
PEMAIN UTAMA DAN SEKTOR STRATEGIS DALAM KERJA SAMA INDUSTRI RI-TURKI
lenkaed- Dalam roadmap kerja sama, sektor strategis menjadi fokus utama, termasuk manufaktur, energi terbarukan, dan teknologi komposit. Perusahaan Turki menargetkan ekspansi yang berdampak langsung pada industri nasional Indonesia.
Sanko Holding memulai dengan budi daya tuna dan siap menambah sektor pengolahan hilir. Kordsa berfokus pada riset material komposit untuk industri ekspor, termasuk penguat struktur bangunan dan airbag. Arcelik memperluas produksi peralatan rumah tangga, menjadikan Indonesia sebagai hub regional.
Menperin Agus Gumiwang menyatakan bahwa roadmap ini bukan sekadar dokumen, tetapi strategi implementatif yang mencakup insentif fiskal, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini bertujuan memperkuat ekosistem industri nasional dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Selain sektor manufaktur, roadmap mencakup peluang investasi energi terbarukan, termasuk PLTA dan proyek hijau lainnya. Tujuannya adalah memperkuat keberlanjutan ekonomi dan mendukung target transisi energi di kedua negara.
“Baca Juga: Robot Kehamilan Buatan China Bisa Kandung dan Lahirkan Bayi”
Kolaborasi strategis ini juga mengedepankan inovasi dan riset. Kordsa dan Arcelik telah membangun fasilitas penelitian di Indonesia, menekankan pengembangan produk bernilai tambah tinggi. Sementara itu, Sanko Holding membuka peluang integrasi sektor perikanan dan galangan kapal.
Dengan peta jalan ini, Indonesia dan Turki menegaskan kesiapan membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Implementasi roadmap diharapkan meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, dan mendorong pertumbuhan industri berkelanjutan di kedua negara.




Leave a Reply