lenkaed.com – Kecanduan judi, termasuk versi online, bukan sekadar kebiasaan buruk yang mudah dihentikan. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan otak dan memengaruhi kesehatan mental secara signifikan.
Kerusakan Otak Akibat Perilaku Judi Adiktif
Psikiater sekaligus subspesialis psikiatri adiksi, Dr. dr. Kristiana Siste, SpKJ(K), menekankan bahwa perilaku berjudi yang adiktif memicu peningkatan dopamin di otak, zat kimia yang menimbulkan sensasi senang.
“Orang berjudi itu harus diterapi secara medis, karena perilaku adiktif menimbulkan kerusakan pada otak, terutama prefrontal cortex kiri depan yang penting untuk pengambilan keputusan,” kata Kristiana kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Kerusakan pada area prefrontal cortex dapat menimbulkan cognitive error, yaitu kesalahan dalam berpikir yang membuat individu mengambil keputusan keliru. Menariknya, perilaku judi merusak otak secara serupa dengan penggunaan narkoba, meski tanpa zat kimia eksternal masuk ke tubuh.
Faktor Psikologis Pemicu Kecanduan
Kristiana menekankan bahwa penanganan kecanduan judi tidak selalu dimulai dengan menghentikan perilaku itu sendiri. Banyak kasus justru membutuhkan pengelolaan faktor psikologis yang menjadi pemicu.
Ia mencontohkan remaja berusia 17–18 tahun dengan self-esteem rendah, yang merasa kurang berharga. Saat menang judi, remaja itu mengalami peningkatan rasa percaya diri, membuat perilaku judi terus berlanjut. “Anak yang self-esteem rendah biasanya gampang depresi dan cemas. Judi memberi validasi dan rasa memiliki kemampuan,” jelas Kristiana.
Oleh karena itu, terapi kecanduan judi efektif ketika fokus tidak hanya pada perilaku adiktif, tetapi juga pada masalah emosional yang mendasarinya. Kedua hal ini sering muncul bersamaan.
Metode Terapi untuk Pemulihan Kecanduan
Individu dengan kecanduan atau risiko tinggi dapat menjalani berbagai bentuk terapi. Salah satunya adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yang memperbaiki pemikiran salah dan meningkatkan pengambilan keputusan.
Selain itu, terapi transmagnetic stimulation dapat digunakan. Terapi ini mengarahkan gelombang elektromagnetik ke area otak yang mengalami kerusakan untuk membantu pemulihan fungsi.
Kristiana menambahkan bahwa kombinasi CBT, transmagnetic stimulation, dan pengobatan farmakologis dapat menghasilkan tingkat pemulihan yang tinggi. “Tingkat recovery bisa mencapai lebih dari 85 persen dalam waktu sekitar tiga bulan jika terapi dilakukan tepat,” ujarnya.
Dampak Kecanduan Judi pada Lingkungan Sosial
Kecanduan judi tidak hanya merugikan individu, tetapi juga memengaruhi keluarga dan lingkungan sosial. Kerugian yang dialami pemain judi bisa dirasakan oleh enam orang di sekitarnya.
Kristiana menekankan pentingnya keluarga untuk mendukung anggota yang memiliki masalah judi online. Bantuan medis tidak perlu dianggap memalukan, melainkan sebagai langkah awal untuk memperbaiki kehidupan. “Kalau Anda sembuh, enam orang di sekitar Anda juga akan lebih bahagia,” tuturnya.
Pentingnya Penanganan Terpadu
Kecanduan judi merupakan gangguan serius yang melibatkan aspek neurologis dan psikologis. Penanganan yang efektif memerlukan pendekatan terpadu, termasuk terapi perilaku, intervensi medis, dan dukungan keluarga.
Upaya pemulihan bukan hanya menyelamatkan individu, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup orang-orang di sekitarnya. Dengan terapi yang tepat, kecanduan judi dapat diatasi dan risiko kerusakan otak serta masalah psikologis dapat diminimalkan.




Leave a Reply