Pemeriksaan Kanker Serviks Kini Tersedia di Semua Puskesmas Jakarta

lenkaed.com – dr. Ade Margaretha L. T., Sp.Onk.Rad, MARS dari RSUD Pasar Minggu menyatakan bahwa seluruh Puskesmas di DKI Jakarta kini dapat melakukan pemeriksaan kanker leher rahim atau serviks. Layanan ini menggunakan tes IVA dan DNA HPV.

“Untuk kanker serviks dengan IVA test, sekarang sudah ada di Puskesmas seluruh DKI. Kemudian HPV DNA juga bisa (di Puskesmas),” ujar Ade saat mengikuti siniar bertema World Cancer Day 2026 United By Unique di Jakarta, Rabu.

Tes DNA HPV digunakan untuk mendeteksi infeksi Human Papillomavirus di leher rahim, sedangkan IVA memadukan pemeriksaan visual dengan asam asetat. Kombinasi ini membantu mendeteksi kanker serviks sejak dini.

Ade mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan ini di Puskesmas atau bersamaan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) yang rutin digelar pemerintah.

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia, setelah kanker payudara dan kanker paru. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat sekitar satu dari seribu penduduk terkena kanker, dan DKI Jakarta termasuk provinsi dengan angka relatif tinggi.

Pemeriksaan IVA dan HPV DNA menjadi alat penting untuk mendeteksi kanker serviks sebelum berkembang ke tahap lanjut. Deteksi dini terbukti meningkatkan tingkat kesembuhan dan menurunkan angka kematian akibat kanker.

Secara global, kanker termasuk penyebab kematian tertinggi, seiring populasi yang menua dan perubahan gaya hidup. Data Globocan 2022 mencatat sekitar 200 ribu kematian akibat kanker dan 400 ribu kasus baru per tahun di Indonesia.

Baca juga: “Gaya Hidup Sehat Berperan dalam Atasi Penyakit Kronis”

Faktor Risiko dan Pencegahan

dr. Ade menjelaskan penyebab kanker umumnya bersifat multifaktor. Faktor genetik berkontribusi sekitar 10-20 persen, sedangkan sisanya dipengaruhi pola hidup tidak sehat, merokok, dan konsumsi alkohol.

“Perubahan gaya hidup sehat dan deteksi dini melalui layanan Puskesmas sangat penting untuk menekan risiko kanker,” ujar Ade. Pemeriksaan rutin memungkinkan identifikasi dini, sehingga intervensi medis lebih cepat dilakukan.

Puskesmas di DKI Jakarta kini berperan strategis sebagai fasilitas kesehatan pertama yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan cakupan skrining nasional bagi kanker serviks.

Program Pemeriksaan Kanker di Puskesmas

Layanan IVA dan DNA HPV di Puskesmas tersedia untuk semua perempuan usia 21-65 tahun, dengan prioritas bagi mereka yang belum pernah skrining. Pemeriksaan ini cepat, aman, dan minim risiko.

Selain itu, program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) rutin memberikan kesempatan bagi warga Jakarta untuk mengecek kesehatan secara menyeluruh, termasuk skrining kanker serviks, tekanan darah, dan kadar gula darah.

Puskesmas sebagai Kunci Deteksi Dini

Dengan adanya layanan IVA dan DNA HPV di seluruh Puskesmas, masyarakat Jakarta kini lebih mudah mengakses skrining kanker serviks. Deteksi dini menjadi langkah krusial menekan angka kematian akibat kanker.

dr. Ade menekankan bahwa kesadaran masyarakat dan pemanfaatan fasilitas kesehatan secara rutin dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Kombinasi gaya hidup sehat dan pemeriksaan berkala menjadi strategi utama melawan kanker serviks di Indonesia.

Program ini juga menunjukkan peran Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan preventif, sekaligus mendukung pencapaian target nasional penurunan kasus kanker melalui skrining dini.

Baca juga: “Puskesmas Moro’o Dekatkan Layanan Kesehatan Melalui Si Jempol”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *