lenkaed – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan lima proyek infrastruktur transportasi di empat provinsi, dengan total investasi mencapai hampir Rp2 triliun. Peresmian berlangsung di Jembatan Kabanaran, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, dan dihadiri jajaran kementerian serta pejabat daerah. Agenda ini menandai capaian strategis pembangunan yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mendukung konektivitas nasional.
Kelima infrastruktur yang diresmikan meliputi Jembatan Kabanaran, Flyover Canguk dan Underpass Joglo di Jawa Tengah, Jembatan Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat, serta Underpass Gatot Subroto di Sumatera Utara. Presiden Prabowo menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas transportasi dan aksesibilitas antarwilayah.
“Hari ini, kita dapat berkumpul pada acara peresmian Jembatan Kabanaran di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta meresmikan Jembatan Sambas Besar di Kalimantan Barat, Flyover Canguk di Magelang, Underpass Gatot Subroto, dan Underpass Jogja-Solo,” kata Presiden Prabowo. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk tim konstruksi, pemerintah daerah, dan tenaga ahli yang memastikan proyek berjalan lancar.
Presiden juga menitipkan pesan agar infrastruktur yang baru dibangun dapat dirawat dengan baik. Ia menekankan pentingnya pemeliharaan agar fasilitas ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi sektor ekonomi dan pariwisata daerah. “Kalangan PU harus melaksanakan proyek-proyek infrastruktur dengan sebaik-baiknya, sekaligus memastikan kualitas dan keberlanjutan,” tambahnya.
Investasi hampir Rp2 triliun untuk lima proyek ini mencerminkan fokus pemerintah pada pembangunan konektivitas strategis. Infrastruktur seperti jembatan, flyover, dan underpass diharapkan dapat mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Misalnya, Jembatan Kabanaran menghubungkan jalur utama di Yogyakarta, sementara Jembatan Sungai Sambas Besar mendukung transportasi regional di Kalimantan Barat.
“Baca juga : Senjata Andalan China Jika Terlibat Konflik Israel-Iran”
Presiden Prabowo Resmikan Lima Infrastruktur Strategis Bernilai Rp1,97 Triliun
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan lima proyek infrastruktur transportasi di empat provinsi, dengan total investasi Rp1,97 triliun. Proyek ini terdiri dari dua jembatan, dua underpass, dan satu flyover, yang menyerap 10.461 tenaga kerja konstruksi. Agenda peresmian berlangsung di Jembatan Kabanaran, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Peresmian pertama menyoroti Jembatan Kabanaran yang bernilai Rp863,72 miliar. Dibangun selama 579 hari dengan melibatkan 4.578 tenaga kerja, jembatan ini menjadi simpul penting di Jalan Lintas Selatan (JLS). Infrastruktur ini memangkas waktu tempuh sekitar 20 menit dan memperkuat sektor pertanian, logistik, dan pariwisata di wilayah selatan DIY.
Di Jawa Tengah, Presiden meresmikan Flyover Canguk di Kota Magelang dan Underpass Joglo di Kota Surakarta. Flyover Canguk menelan biaya Rp99,60 miliar, dibangun selama 395 hari, dan menyerap 528 tenaga kerja. Proyek ini mengurai kemacetan di titik strategis Magelang serta meningkatkan efisiensi biaya operasional kendaraan.
Sementara itu, Underpass Joglo di Surakarta menjadi proyek dengan dampak signifikan. Dibangun selama 390 hari dengan biaya Rp312,9 miliar, underpass ini melibatkan 1.658 tenaga kerja. Waktu tempuh turun dari 5,12 menit menjadi 0,6 menit, atau efisiensi mencapai 89 persen, dengan kecepatan lalu lintas meningkat hingga 300 persen. Proyek ini berpotensi menghemat biaya operasional kendaraan lebih dari Rp3,2 juta per jam.
Di Kalimantan Barat, Presiden meresmikan Jembatan Sungai Sambas Besar senilai Rp479,77 miliar. Proyek yang dibangun selama 1.119 hari dan melibatkan 2.543 pekerja konstruksi ini memangkas waktu tempuh dari satu jam menggunakan feri menjadi hanya lima menit melalui jalur darat. Jembatan ini juga memperkuat konektivitas menuju perbatasan Indonesia–Malaysia.
“Baca juga : China Kembangkan Drone Nyamuk Pengintai Tak Terdeteksi”




Leave a Reply